TOKOONLINEVIP
PASANG IKLAN | VIEW OUR FB
Pesan dari Ibu...

Suatu hari, tampak seorang pemuda tergesa-gesa memasuki sebuah restoran karena kelaparan sejak pagi belum sarapan. Setelah memesan makanan, seorang anak penjaja kue menghampirinya, 'Om, beli kue Om, masih hangat dan enak rasanya!'
'Tidak Dik, saya mau makan nasi saja,' kata si pemuda menolak.
Sambil tersenyum si anak pun berlalu dan menunggu di luar restoran.
Melihat si pemuda telah selesai menyantap makanannya, si anak menghampiri lagi dan menyodorkan kuenya. Si pemuda sambil beranjak ke kasir hendak membayar makanan berkata, 'Tidak Dik, saya sudah kenyang.'
Sambil terus mengikuti si pemuda, si anak berkata, 'Kuenya bisa dibuat oleh-oleh pulang, Om.'
Dompet yang belum sempat dimasukkan ke kantong pun dibukanya kembali. Dikeluarkannya dua lembar ribuan dan ia mengangsurkan ke anak penjual kue. 'Saya tidak mau kuenya. Uang ini anggap saja sedekah dari saya.'
Dengan senang hati diterimanya uang itu. Lalu, dia bergegas ke luar restoran, dan memberikan uang pemberian tadi kepada pengemis yang berada di depan restoran.
Si pemuda memperhatikan dengan seksama. Dia merasa heran dan sedikit tersinggung. Ia langsung menegur, 'Hai adik kecil, kenapa uangnya kamu berikan kepada orang lain? Kamu berjualan kan untuk mendapatkan uang. Kenapa setelah uang ada di tanganmu, malah kamu berikan ke si pengemis itu?'
'Om, saya mohon maaf. Jangan marah ya. Ibu saya mengajarkan kepada saya untuk mendapatkan uang dari usaha berjualan atas jerih payah sendiri, bukan dari mengemis. Kue-kue ini dibuat oleh ibu saya sendiri dan ibu pasti kecewa, marah, dan sedih, jika saya menerima uang dari Om bukan hasil dari menjual kue. Tadi Om bilang, uang sedekah, maka uangnya saya berikan kepada pengemis itu.'
Si pemuda merasa takjub dan menganggukkan kepala tanda mengerti. 'Baiklah, berapa banyak kue yang kamu bawa? Saya borong semua untuk oleh-oleh.' Si anak pun segera menghitung dengan gembira.
Sambil menyerahkan uang si pemuda berkata, 'Terima kasih Dik, atas pelajaran hari ini. Sampaikan salam saya kepada ibumu.'
Walaupun tidak mengerti tentang pelajaran apa yang dikatakan si pemuda, dengan gembira diterimanya uang itu sambil berucap, 'Terima kasih, Om. Ibu saya pasti akan gembira sekali, hasil kerja kerasnya dihargai dan itu sangat berarti bagi kehidupan kami.'

Ini sebuah ilustrasi tentang sikap perjuangan hidup yang POSITIF dan TERHORMAT. Walaupun mereka miskin harta, tetapi mereka kaya mental! Menyikapi kemiskinan bukan dengan mengemis dan minta belas kasihan dari orang lain. Tapi dengan bekerja keras, jujur, dan membanting tulang.
Jika setiap manusia mau melatih dan mengembangkan kekayaan mental di dalam menjalani kehidupan ini, lambat atau cepat kekayaan mental yang telah kita miliki itu akan mengkristal menjadi karakter, dan karakter itulah yang akan menjadi embrio dari kesuksesan sejati yang mampu kita ukir dengan gemilang.
(author: unknown)

Source: web


Pelari usia 100thn  Andrie Wongso
Sulit membayangkan bagaimana Fauja Singh yang berusia di atas 100 tahun bisa menyelesaikan lomba maratonnya di anta... [...]

Menopang Suami
Seorang istri berjuang membantu suaminya seorang guru yang lumpuh dengan cara menggendong menuju tempat mengajar se... [...]

DUA BATU KERIKIL
Beberapa tahun silam di sebuah desa, ada seorang petani yang terlilit utang cukup banyak kepada seorang rentenir. ... [...]

Papa, Kembalikan Tangan Ita....
Sebuah kisah untuk dijadikan pengalaman sebagai pelajaran. Sebagai orang tua kita patut juga menghalangi perbuatan ... [...]

JENDELA KERETA API
Hari itu, di kereta api terdapat seorang pemuda bersama ayahnya. Pemuda itu berusia 24 tahun, sudah cukup dewasa te... [...]



:Home
:MALL DI SURABAYA
:DIREKTORI BISNIS SURABAYA
:IKLAN BARIS SURABAYA
:KULINER SURABAYA
Mata Uang yang Berlaku Dimana-mana
Filosofi Hiu dalam kehidupan
Papa, mama aku berjanji padamu...
Kisah Nyata: 'Mematahkan Prediksi'
KEAJAIBAN DIMULAI DARI HAL-HAL KECIL
JENDELA KERETA API
Papa, Kembalikan Tangan Ita....
DUA BATU KERIKIL
Kisah Nyata! Cinta Sederhana dari seorang Anak
Pesan dari Ibu...
Pelari usia 100thn
Menopang Suami
KISAH NYATA : Ayah yang TERBAIK...
RESILIENSI
Siapa yang Anda Pilih?
WE LOVE YOU, D!
Ada 2 buah rel kereta api
Kepompong Kupu-Kupu
Tempayan Retak
Filosofi 'Truk Sampah'
PILIHAN
Arti Kebahagiaan
Melihat Diri Sendiri
WORTEL, TELUR DAN KOPI
12 kata 'Jangan menunggu' yg perlu dihindari
7 Makanan Yang Dapat Menurunkan Emosi Dan Stress Anda
INGAT AKAD PINJAMAN / HAK PAKAI ANDA?
Managing Time
Maaf Saya Tidak Punya Waktu
Start yg 'buruk'
Abraham Lincoln mengalami Banyak Kegagalan
What Leads To Success?
Moment of Truth
Who Moved My Cheese?
Keyakinan dalam kebimbangan
CHOOSE TO CHOOSE
7 kata 'UP' untuk sukses
Pekerjaan Paling Punya Kemungkinan Sukses
Sopir Taxi
Kisah Anjing Penjaga Rumah
Bayi2 tsb telah diberi nama Jeffrey & Anne
PENCURI IMPIAN