|
TOKOONLINEVIP PASANG IKLAN | VIEW OUR FB |
RESILIENSI Apakah Anda tetap terus mengembangkan resiliensi Anda? Apakah Anda juga udah mulai membantu anak Anda (walau masih kanak-kanak) utk mengembangkan resiliensi si Kecil dalam aktivitas2 di rumah atau saat menghadapi sikon2 tertentu di rumah? RESILIENSI Resiliensi adalah kemampuan untuk beradaptasi dan tetap teguh dalam situasi sulit. Resiliensi dibangun dari tujuh kemampuan yang berbeda dan hampir tidak ada satupun individu yang secara keseluruhan memiliki kemampuan tersebut dengan baik. (Reivich dan Shatte, 2002) Kemampuan ini terdiri dari: 1. Regulasi emosi adalah kemampuan untuk tetap tenang di bawah tekanan. Individu yang memiliki kemampuan meregulasi emosi dapat mengendalikan dirinya apabila sedang kesal dan dapat mengatasi rasa cemas, sedih, atau marah sehingga mempercepat dalam pemecahan suatu masalah. Pengekspresian emosi, baik negatif ataupun positif, merupakan hal yang sehat dan konstruktif asalkan dilakukan dengan tepat. 2. Pengendalian impuls sebagai kemampuan mengendalikan keinginan, dorongan, kesukaan, serta tekanan yang muncul dari dalam diri seseorang. Individu dengan pengendalian impuls rendah sering mengalami perubahan emosi dengan cepat yang cenderung mengendalikan perilaku dan pikiran mereka. Individu seperti itu seringkali mudah kehilangan kesabaran, mudah marah, impulsif, dan berlaku agresif pada situasi-situasi kecil yang tidak terlalu penting, sehingga lingkungan sosial di sekitarnya merasa kurang nyaman yang berakibat pada munculnya permasalahan dalam hubungan sosial. 3. Optimisme Individu yang resilien adalah individu yang optimis. Mereka memiliki harapan pada masa depan dan percaya bahwa mereka dapat mengontrol arah hidupnya. Dalam penelitian yang dilakukan, jika dibandingkan dengan individu yang pesimis, individu yang optimis lebih sehat secara fisik, dan lebih jarang mengalami depresi, lebih baik di sekolah, lebih produktif dalam kerja, dan lebih banyak menang dalam olahraga. 4. Empati merepresentasikan bahwa individu mampu membaca tanda-tanda psikologis dan emosi dari orang lain. Empati mencerminkan seberapa baik individu mengenali keadaan psikologis dan kebutuhan emosi orang lain 5. Analisis penyebab masalah Seligman mengungkapkan sebuah konsep yang berhubungan erat dengan analisis penyebab masalah yaitu gaya berpikir. Gaya berpikir adalah cara yang biasa digunakan individu untuk menjelaskan sesuatu hal yang baik dan buruk yang terjadi pada dirinya. Gaya berpikir dibagi menjadi tiga dimensi, yaitu: --1)Personal (saya-bukan saya) individu dengan gaya berpikir ‘saya’ adalah individu yang cenderung menyalahkan diri sendiri atas hal yang tidak berjalan semestinya. Sebaliknya, Individu dengan gaya berpikir ‘bukan saya’, meyakini penjelasan eksternal (di luar diri) atas kesalahan yang terjadi. --2)Permanen (selalu-tidak selalu) : individu yang pesimis cenderung berasumsi bahwa suatu kegagalan atau kejadian buruk akan terus berlangsung. Sedangkan individu yang. optimis cenderung berpikir bahwa ia dapat melakukan suatu hal lebih baik pada setiap kesempatan dan memandang kegagalan sebagai ketidakberhasilan sementara. --3)Pervasive (semua-tidak semua) : individu dengan gaya berpikir ‘semua’, melihat kemunduran atau kegagalan pada satu area kehidupan ikut menggagalkan area kehidupan lainnya. Individu dengan gaya berpikir‘tidak semua’, dapat menjelaskan secara rinci penyebab dari masalah yang ia hadapi. Individu yang paling resilien adalah individu yang memiliki fleksibilitas kognisi dan dapat mengidentifikasi seluruh penyebab yang signifikan dalam permasalahan yang mereka hadapi tanpa terperangkap dalam explanatory style tertentu. 6. Efikasi diri sebagai keyakinan pada kemampuan diri sendiri untuk menghadapi dan memecahkan masalah dengan efektif. Efikasi diri juga berarti meyakini diri sendiri mampu berhasil dan sukses. Individu dengan efikasi diri tinggi memiliki komitmen dalam memecahkan masalahnya dan tidak akan menyerah ketika menemukan bahwa strategi yang sedang digunakan itu tidak berhasil. 7. Peningkatan aspek positif merupakan kemampuan yang meliputi peningkatan aspek positif dalam hidup . Individu yang meningkatkan aspek positif dalam hidup, mampu melakukan dua aspek ini dengan baik, yaitu: --(1) mampu membedakan risiko yang realistis dan tidak realistis, --(2) memiliki makna dan tujuan hidup serta mampu melihat gambaran besar dari kehidupan. Individu yang selalu meningkatkan aspek positifnya akan lebih mudah dalam mengatasi permasalahan hidup, serta berperan dalam meningkatkan kemampuan interpersonal dan pengendalian emosi source: http://id.wikipedia.org/wiki/Resiliensi Source: web Siapa yang Anda Pilih? Pd thn 1980-an, PT Astra Internasional (salahsatu perusahaan besar di Indonesia) sedang mencari karyawan. Dalam tes... [...] WE LOVE YOU, D! Pada suatu sore seorang ayah bersama anaknya yang baru saja menamatkan pendidikan tinggi duduk berbincang-bincang d... [...] Menopang Suami Seorang istri berjuang membantu suaminya seorang guru yang lumpuh dengan cara menggendong menuju tempat mengajar se... [...] Pelari usia 100thn Andrie Wongso Sulit membayangkan bagaimana Fauja Singh yang berusia di atas 100 tahun bisa menyelesaikan lomba maratonnya di anta... [...] Pesan dari Ibu... Suatu hari, tampak seorang pemuda tergesa-gesa memasuki sebuah restoran karena kelaparan sejak pagi belum sarapan. ... [...] | :Home :MALL DI SURABAYA :DIREKTORI BISNIS SURABAYA :IKLAN BARIS SURABAYA :KULINER SURABAYA Mata Uang yang Berlaku Dimana-mana Filosofi Hiu dalam kehidupan Papa, mama aku berjanji padamu... Kisah Nyata: 'Mematahkan Prediksi' KEAJAIBAN DIMULAI DARI HAL-HAL KECIL JENDELA KERETA API Papa, Kembalikan Tangan Ita.... DUA BATU KERIKIL Kisah Nyata! Cinta Sederhana dari seorang Anak Pesan dari Ibu... Pelari usia 100thn Menopang Suami KISAH NYATA : Ayah yang TERBAIK... RESILIENSI Siapa yang Anda Pilih? WE LOVE YOU, D! Ada 2 buah rel kereta api Kepompong Kupu-Kupu Tempayan Retak Filosofi 'Truk Sampah' PILIHAN Arti Kebahagiaan Melihat Diri Sendiri WORTEL, TELUR DAN KOPI 12 kata 'Jangan menunggu' yg perlu dihindari 7 Makanan Yang Dapat Menurunkan Emosi Dan Stress Anda INGAT AKAD PINJAMAN / HAK PAKAI ANDA? Managing Time Maaf Saya Tidak Punya Waktu Start yg 'buruk' Abraham Lincoln mengalami Banyak Kegagalan What Leads To Success? Moment of Truth Who Moved My Cheese? Keyakinan dalam kebimbangan CHOOSE TO CHOOSE 7 kata 'UP' untuk sukses Pekerjaan Paling Punya Kemungkinan Sukses Sopir Taxi Kisah Anjing Penjaga Rumah Bayi2 tsb telah diberi nama Jeffrey & Anne PENCURI IMPIAN |